Theorandaru, Salah Satu Antusiasme Brand Suzuki



Pada press conference yang dilakukan oleh Suzuki (26/09) silam, ada tiga entusias yang mengisi kuesioner dan berkesempatan berbagi cerita kepada awak media. Salah satunya adalah Theorandaru.

Lahir dan besar di Cilegon, Banten tepatnya di Serang,23 Oktober 1990. Anak pertama dari tiga bersaudara ini menunjukan ketertarikannya dengan dunia motor ketika sang ayah tercinta acap dititipi sebuah sepedamotor Suzuki TS 125 hijau milik Paman yang berdinas militer (kala itu suzuki TS menjadi kendaraan organik/dinas) ketika Paman harus bertugas luar pulau dalam waktu yang lama.

Beranjak besar, kegemaran bermotornya lebih spesifik, selain “mengoprek”, Theo remaja sudah mulai mencoba untuk melakukan perjalanan bermotor dengan jarak yang (pada waktu itu) lumayan jauh, dan tambah menggila ketika kuliah di Semarang. Lelaku bermotor Cilegon-Semarang PP kerap dilaksanakan ketika libur semester.


Seiring berjalannya waktu, ternyata kegemaran bermotor juga diiringi dengan kegemaran baru, menulis dan memotret. Menuangkan cerita dalam bentuk tulisan dan visual. Lalu menemukan forum yang tepat untuk membagikan cerita agar dapat dinikmati lebih banyak orang ; advrider.com  dan Nusantaride.com, dua forum yang ahkirnya menjadi wadah dan motivasi untuk melakukan perjalanan bermotor mengelilingi Indonesia.


Setelah menikah, rasanya alangkah nikmatnya bisa berbagi kegemaran dengan istri tercinta. Maka hal pertama yang harus dipastikan adalah motor yang cukup nyaman untuk perjalanan jauh, bukan saja untuk rider-nya, tapi juga untuk boncenger-nya. Beberapa kriteria sudah dibuat dan nampaknya Istri jatuh hati dengan postur Suzuki Burgman 200, joknya cukup luas dan lebar, mesinnya dirasa cukup besar, dan tak kurang bagasinya yang jumbo. Tak butuh waktu lama bagi kami untuk memutuskan Burgman sebagai tunggangan selanjutnya. Kami menamai-nya “si Buntel”.

 Selepas mengakuisisi si Buntel, kisah perjalanan perjalanan kecil pun mengalir. Trip ke Sawarna, lalu Roadtrip  selama 1 minggu mengelilingi separuh pulau jawa (Cilegon-Puncak-Bandung-Purwokerto-Dieng-Wonosobo- Temanggung-Semarang-Cirebon-Jakarta- Kembali ke Cilegon). Nyatanya, Istri ikut gemar melakukan perjalanan jauh.  Maka dari itu, Kami menyusun sebuah Perjalanan panjang, “Island Hop(e)ping” menikmati gugusan pulau dari jawa ke Timor Leste diatas pelana sebuah skuter. Berapa lama? Entah, namanya juga “menikmati”.



“Saya bisa dikatakan, teracuni dengan brand Suzuki. Kenapa? Pasalnya setelah Brugman 200 saya memutuskan meminang Inazuma 250. Kesemuanya didapat dengan status motor second. Meskipun demikian kondisinya lumayan bagus dengan jarak tempuh relatif rendah” terang Theo.
Pria yang sempat menempuh profesi di bidang warehouse dan kini memutuskan berwirausaha ini. Dalam perjalanannya disupport penuh oleh brand clothing tanah air Consina dan dari perusahaan box dan apparel asal Italia, Givi.


Dalam satu tulisan lama di blognya, Theo sempat bermimpi untuk dapat mengelilingi dunia menggunakan sepeda motor, entah kapan dan bagaimana. Sampai saat ini mimpi itu masih ada dan terus dipupuk, hanya menunggu kapan waktunya tumbuh dan berbuah.
Bagi yang ingin memantau pergerakan Theo, bisa disimak akun instagram pribadinya @theorandaru . Kedepannya motmod harap Theo tak perlu ragu untuk menulis di blog dan update instagram untuk mewujudkan salah satu mimpinya berkeliling dunia. Aamminnn ...

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

atau register dulu untuk ngasih komentar!