Joan Mir, Pembalap Muda yang Haus Prestasi

Joan Mir Mayrata (Palma de Mallorca, 1997) tidak memiliki jenjang karir balap yang ideal, bahkan bisa dikatakan awal debutnya di sepedamotor lebih lambat dibandingkan dengan para pesaingnya, Sepedamotor pertamanya adalah Polini ketika ia berusia 6 tahun. Sampai ia menerima Honda Qr mungil sebagai hadiah setahun kemudian. Yang tidak biasa adalah keluarganya tidak memiliki passion yang berlebihan untuk motor, semua orang di sekitarnya malah lebih suka berkuda di luar jalan ketimbang di trek (adu kencang) dan sebagian besar antusias dengan cabang olahraga lain. Sementara itu, ayah dari Joan, sebenarnya memiliki toko skating di Mallorca sehingga Joan kecil tumbuh dikelilingi oleh deck skateboard.

Semua sama hingga dia melihat sepupunya Joan Perello, yang berada di tim Stop & Go di Kejuaraan Dunia, itu menyebabkannya terpesona dengan kecepatan. Penggemar petenis asal Spanyol, Rafael Nadal dalam sebuah wawancara mengungkapkan. “Seperti Rossi, saya tidak melihat siapapun” Pengalaman pertama di balap di sekolah balap Chicho Lorenzo dimana semestinya masih tersisa setahun.Dari sana dia pindah ke sekolah Balearic Motorcycling Federation di 2019. Di sana seseorang mendapatkan Joan memiliki hal lebih dari senyum antusiasnya yang lebih banyak ditawarkan. Di situlah dia juga bertemu Daniel Vadillo, yang memberikan nasihat dan menemani ke setiap balap sejak saat itu. “Kami melihat dia memiliki sesuatu yang berbeda” kenang Dani.

Kemudian dia memulai petualangan di Bankia Cup di kategori XL 160 musim 2011. Pembalap asal Mallorca ini memenangkan kejuaraan ini dengan tersisa dua balap lagi. Lalu datanglah MotoGP Pre GP 125 Cup satu tahap lagi menuju Kejuaraan Dunia, dan Joan tak tertahan lagi mengamankan title lain. Joan pun beranjak ke Red Bull Rookies Cup selam 2 musim yaitu 2013 – 2014. Tahun pertama beradaptasi mampu berada di urutan ke 9 klasemen kahir sedangkan di tahun kedua mampu mengunci posisi runner up ini pun terpaut titpis dengan pembalap Spanyol, Jorge Martin (musim 2019 berada di Moto2).

Musim 2015 bisa dikatakan tahun yang bergejolak, hal ini dikarenakan sejumlah kondisi yang menantang bermunculan. Joan yang sejatinya telah siap meniti karir di FIM CEV Championship, secara mendadak Leopard Racing membatalkan proyek di saat terakhir. Joan kemudian menghubungi manajer pembalap Paco Sanchez dan dibantulah pembalap belia tersebut menyelesaikan kejuaraan CEV dengan motor Ioda di tim Machado namun akhirnya didukung oleh tim Leopard Racing. Kemudian, begitu kompetisi CEV telah berakhir dan Joan tengah berlibur, bahwa dia menerima telepon dari tim Leopard Racing, mereka ingin Joan menggantikan pembalap asal Jepang, Hiroki Ono yang cidera di GP Australia. Penampilan wildcard ini sungguh tak ternilai. Mengawali di posisi yang tidak bagus yaitu di urutan ke 15 di grid kemudian memulai start dengan apik dan melejit, ini menempatkan dirinya di grup utama namun dia akhirnya terlibat insiden dengan John McPhee (pembalap Inggris) terjatuh padahal waktu di posisi ke 4. Meskipun demikian hal ini berbekas di tim Leopard. Leopard mengakui prestasinya dan merekrutnya di musim 2016.



Akhirnya Kejuaraan Dunia secara resmi menyambut Joan Mir di musim 2016, dan dirinya tidak butuh waktu lama ntuk membuktikan kapasitasnya; di Austria Joan mengejutkan semua pihak dengan balap yang luar biasa yang memberinya kemenangan perdananya dan podium debut di kategori tersebut. Daia mampu meneyelesaikan kejuaraan di posisi kelima, menjadikan dirinya Rookie of The Year dengan koleksi tiga podium, satu pole position dan dualap tercepat. Ini ternyata adalah tahap pemanasan yang sempurna untuk musim 2017. Karena tercatat 10 kemenangan, 13 podium, dan mendominasi nyaris seluruh balapan. Bakat dan skill ini mendorongnya menjadi juara Moto3. Ini adalah langkah ideal untuk naik kelas ke Moto2.

Diapun berkompetisi di ajang Moto2 dengan tim EG 0,0 Marc VDS. Beradaptasi dengan cepat, Joan tampak kompetitif di awal musim dan para penonton merasakan podium bakal diraih bocah Mallorca ini. Dia akhirnya mampu mengamankan podium Moto2 perdana di Prancis dan berlanjut di Italia. Awal yang indah ini sayangnya sedikit berkendala. Overall, Joan mampu meneyelsaikan musim ini di urutan ke 6 dan dianugerahi gelar Rookie of The Year selang satu hari sebelum pengujian di Valencia, pengalaman pertamanya mengendarai GSX_RR dengan tim Suzuki Ecstar, dimana Joan dikontrak selama dua tahun.
 

BIOGRAFI

Tempat, Tanggal lahir : Palma de Mallorca (Spanyol), 1 September 1997
Umur                           : 21 tahun
Berat badan                : 68 kg
Tinggi badan               : 181 cm
Instagram                    : @joanmir36official
Twitter                         : @joanmir36
 

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

atau register dulu untuk ngasih komentar!