Yamaha Aerox 155 2017 (Tangerang) : The Roxette, Melesat Bagaikan Roket !

Bagi yang demen mantengin youtube pastilah kenal dengan matic gambot satu ini. Yup. Yang punya adalah owner dari The Jakarta Roads. Modifikasinya cenderung plug n play karena selain tampilan juga mengejar performa karena seperti yang diketahui Ocha Velvet demen yang namanya kebut-kebutan.

Modifikasi ini mengedepankan fungsi. Maka mempertahankan sokbreker ganda bawaan motor digantikan part aftermarket yang taka sing lagi, Ohlins. Kemudian sokbreker depan memakai KTC Racing. “Secara fungsi bagus kok, mumpuni diajak stoppie” kekeh Ocha yang lumayan jago main freestyle.

Aerox ini aslinya berkelir putih diberi decal gold chrome dari Reydecal, Bekasi.

Depot pacu gak afdol kalau tidak dioprek mengingat sang empunya demen sekali ngebut. Padahal sejatinya lumayan mumpuni, ngacir terlebih lagi waktu di atas 6000 rpm saat fitur unggulannya, VVA telah bekerja. Namun itu tak membuat puas. Akhirnya diputuskan dipasang paket bore up kit untuk NMax dengan merek Athena. Lah kok NMax ? Kan untuk mesin bisa dikatakan mirip dengan Aerox. Paket pendongkrak tenaga ini isinya lengkap mula idari piston, ring piston, pin, blok hingga packing. Dengan diameter piston 62,97 mm maka depot pacu terdongkrak kapasitasnya jadi 183 cc. Pemasangannya plug n play !

Otak pengapian masih memakai standar tapi diakali dengan penambahan fuel adjuster lokal lansiran Iqueteche. Filter udara memakai brand yang sudah tenar yaitu Ferrox, lainnya Jcosta Pulley Kit, roller yang turun 1 gram dari aslinya dan busi keluaran Brisk. Saluran gas buang diperlancar dengan memakai Akrapovic original yang sejatinya untuk motor dengan depot pacu 250 cc.

“Hal inilah yang membuat motor ini dinamakan The Roxette, kencang banget seperti roket” terang Ocha.

Imbas dengan modif sektor depot pacu memaksa pengereman wajib maksimal, gak bisa ditawar ! Part standarnya dilucuti. Ogah kompromi, dipakai brand nomer wahid Brembo. Untuk pengereman depan caliper Brembo 4 piston, reservoir Brembo, kemudian master rem Brembo RCS 19, piringan cakram memakai Boushi. Yang belakang aslinya tromol diganti cakram dengan rincian caliper Brembo 2 piston, Bembo RCS 16, reservoir Brembo dengan cakram belakang dari KTC. Selang rem semua memakai Hell. Oh ya. Pelek diganti dengan produk aftermarket dari Racing Boy. “Sama-sama ring 14 tapi lebih enteng lebih lebar.

Beberapa part pemanis melekat pada motor ini sebut saja spion Rizoma, Proguard Yamaha dan winglet carbon keluaran Fat Motorsport.

Bila melihat sekilas, modifikasi ini memang bertabur part berkelas. Pasti akan timbul omongan yang punya anak orang tajir dan lain sebagainya. “Semua modif hasil menabung yang didapat dari pekerjaan freelance diantaranya fotografer dan renderer di salah satu perusahaan di Singapura. Jadi gue lebih menyayangi motor ini karena semua didapat dari hasil kerja keras gue” terangnya.

Ocha kini menempuh pendidikan Sarjana di Lasalle (Singapura), jurusan interior desain. Sukses boorrrr…   (writer: Rindr@; pict : Vlaven)


Iron Horse Garage
Jln. Pangeran Antasari No.50
Jakarta Selatan 12430
No. HP: 0811-8766-699

 

Fat Motorsport
Jln. Pahlawan Revolusi No.62, RT.5/RW.4,
Pd. Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur 13430
No. HP: 0812-8181-0018

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

atau register dulu untuk ngasih komentar!