MotoGP 2020 : Tantangan Baru Marc Marquez

Repsol Honda merupakan tim pabrikan sayap tunggal di ajang MotoGP. Terlebih lagi dengan adanya sosok Marc Marquez. Pembalap yang identik dengan nomer 93 ini berpotensi mendominasi MotoGP dalam waktu lama pasalnya dia selalu menciptakan tantangan baru pada setiap musim. Dia tidak pernah puas dengan pencapaiannya dan selalu meningkatkan kemampuan diri agar bisa meraih lebih banyak gelar juara.

Bahkan, pembalap ini diniali hanya tidak akan juara saat dirinya lelah. “Dia tidak pernah berhenti. Sama seperti filosofi kami. Selalu membuat tantangan baru,” terang Tetsuhiro Kuwata selaku Direktur  Honda Racing Corporation (HRC).
Motivasi besar Marc untuk selalu menjadi yang terbaik itu terlihat setiap musim. Bahkan, dia tetap memberikan yang terbaik saat cidera, seperti saat ini pada masa pemulihan bahu kanannya baru di kisaran 60 -70%, namun mental pembalap berdarah Spanyol ini untuk segera berlatih tak terpengaruh oleh cideranya tersebut.
Alberto Puig selaku Direktur tim Repsol Honda mengatakan, “Marc berusaha begitu keras untuk menjadi juara. Akan tetapi, benar dengan potensi dan kemampuannya yang begitu tinggi dan dapat menjaga motivasi serta ambisinya sepanjanga tahun, dia memiliki peluang terus mendominasi kejuaraan ini. Namun dia tidak boleh kehilangan kekuatan tersebut. Jika kehilangan sedikit saja maka tidak akan juara dunia lagi”

Ketika ditanya berapa lama Marquez mendominasi, Puig menjawab,”Jika dia bisa terus seperti saat ini, saya yakin dia memiliki masa depan yang bagus dengan beberapa gelar juara lagi. Saya harap sampai dia lelah”
Mentalitas Marc untuk terus meraih gelar juara itu tercermin dari komitmennya memberikan yang terbaik di pramusim ataupun saat musim balapan bergulir. “Mempertahankan gelar juara memang tekanannya begitu besar, tetapi saya suka tekanan ekstra karena itu membuat saya terus berjuang menjadi yang terbaik” papar Marc.
Meskipun sudah meraih enam gelar juara MotoGP, Marc menegaskan dirinya kembali dari nol awal musim ini. Diapun telah melupakan hasil musim lalu dan memfokuskan usahanya mempersiapkan balapan perdana 2020 di Qatar.
“Saya akan berusaha meraih gelar juara lagi, tetapi itu menuntut kerja keras. Saya akan berusaha menang di setiap balapan dan menikmati setiap balapan” terang pembalap berusia 26 tahun ini.


Motivasi besar Marc saat ini adalah mengulangi pencapaian musim lalu. Tercatat menang di 12 seri dan 6 kali berada di peringkat kedua. Hanya sekali tidak menyelesaikan balap kala berlaga di GP Austin, Amerika Serikat. “Musim lalu, menurut saya adalah musim yang sempurna dan untuk  mengulanginya,jujur, sangat sulit karena semua pembalap dan tim berbenah”terang Marc.
Mengenai persaingan musim ini, Marc menilai Yamaha akan menjadi pesaing berat. Musim lalu, Marc menilai Yamaha akan menjadi pesaing berat. Muism lalu, dia menilai Yamaha lebih kuat dibandingkan dengan Ducati, dan dengan perbaikan performa sepedamotor tim lain, tantangan musim ini akan jauh lebih besar. “Para membalap seperti Vinales, Quartararo, Dovizioso dan Rins, mereka akan begitu cepat dan berusaha untuk juara” pungkas Marc.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

atau register dulu untuk ngasih komentar!