Jelang GP Amerika 2019 : Dominasi Marquez Diuji


Marc Marquez selalu menang dalam 12 balapan di Amerika Serikat sejak di Moto2 hingga MotoGP. Kali ini pembalap bernomer start 93 kembali diuji. Marquez bak kaisar yang membangun imperium di tanah Amerika. Tak tergoyahkan sejak 2011 ketika masih berlaga di Moto2. Sejak kemenangan di Indianapolis delapan tahun lalu, Marquez selalu menjadi yang tercepat di Amerika. Lima kali menang di Indianapolis, sekali di Laguna Seca, dan enam kali beruntuh di Austin sejak 2013.
Sirkuit Amerika alias COTA di Austin menyimpan kenangan indah bagi Marquez. Di sana enam tahun silam dia memenangi seri pertamanya di MotoGP. Setelah itu, Marquez menancapkan dominasi dengan selalu finis terdepan. Dia juga selalu meraih pole position kecuali di musim 2018 dimana saat itu menyusul hukuman turun tiga posisi start.
Pekan ini, Marquez akan kembali ke tanah Amerika untuk mempertahankan superiornya. Datang dengan bekal apik yaitu juara GP Argentina kemanangan perdana diraih dengan selisih waktu yang lebar yaitu 9,816 detik di depan pembalap gaek Valentino Rossi (Yamaha Monster Energy).
Kunci untuk menjadi juara di COTA adalah meraih pole position yang dikombinasikan dengan start yang apik . Dua modal awal inilah yang akan memaksimal chaos di tikungan pertama setelah start. Kekacauan di tikungan tajam itu dampak dari lintasan lurus menanjak dari titik start. Dua modal awal ini tak semua pembalap memilikinya. Termasuk Marquez tahun lalu yang terpaksa start dari posisi keempat karena hukuman. Start dari baris kedua ternyata tak menghalangi Marquez untuk menodminasi balapan. Satu lap belum selesai, dia telah melewati Andrea Iannone (kala itu membela Suzuki,red) untuk memimpin balap dan meraih podium tertinggi.


Meskipun demikian, Marquez tidak pernah menganggap balap di COTA adalah hal yang mudah. Dia dan tim selalu mempersiapkan diri dengan maksimal. Well Prepared. “Setiap musim selalu berbed. Mulai dari motor, ban, dan kondisinya “ternangya yang musim lalu fokus pada perbaikan daya redam suspensi.
Untuk musim 2019 ini, Marquez tetap mawas diri. “Faktanya tentu ada tekanan di setiap balap. Saa menang di sana dalam enam tahun terakhir. Well … itu bagus. Semua orang berharap banyak, tetapi kehidupan telah mengajari saya supaya tidak terlalu berharap dan tetap berhati-hati”. Terangnya kepada awak media.
“Jika karena suatu hal tidak dapat menang, Anda harus memahami ini adalah salah satu  peperangan.Akhir dari kejuaraan adalah peperangan dan kami lebih fokus dengan memenangi peperangan tersebut”pungkasnya.


0 Komentar

Tinggalkan Komentar

atau register dulu untuk ngasih komentar!