ARRC 2019: AM Fadly, Pembalap Indonesia Ketiga Jawara AP250



Andy Muhammad Fadly (Tek Manual KYT Kawasaki Racing) sekali lagi membuktikan bahwa pembalap Indonesia masih berada di liga mereka sendiri di kelas 250cc Produksi Asia. Setelah menang secara fenomenal pada hari Sabtu, Fadly harus finis di depan saingannya Irfan Ardiansyah dan Awhin Sanjaya (Tim Balap Astra Honda) dalam balapan terakhir musim ini di Sirkuit Internasional Chang untuk mengakhiri kehampaan gelar Kawasaki selama 3 tahun di kelas AP250.
Balapan 10-lap dimulai dengan Fadly menyelinap ke grup terdepan di belakang Muklada Sarapuech (Tim Honda AP Racing). Muklada, terbebas dari tekanan perburuan gelar, berniat memenangkan perlombaan di depan kerumunan rumahnya. Tiga lap cepat berturut-turut dari Muklada membuatnya mampu unggul 2,6 detik. Tetapi amukan Muklada berakhir secara prematur di Lap 4 ketika kegagalan mekanik memaksanya keluar dari balapan.

Kepergian Muklada membuat tiga penantang gelar, Irfan, Awhin dan Andy bertanggung jawab atas grup 15 pembalap teratas. Tidak lama sebelum Tatchakorn Buasri (AP Honda Racing Thailand) dan Rafid Topan Sucipto (Bike Corner SYS KYT Racing Team) memutuskan untuk mencoba posisi terdepan.

Sementara pertempuran melaju ke putaran terakhir, Andy bekerja keras untuk menghindari masalah. Pembalap Kawasaki mencoba untuk memimpin ke tikungan 3 tetapi berlari melebar dan jatuh ke P5 dari P3. Kehabisan waktu dengan cepat, Andy menggunakan keunggulan dari Kawasaki-nya untuk kembali memimpin pada Tikungan 5. Pembalap Kawasaki memimpin grup hingga Tikungan 11 tetapi dikalahkan oleh Irfan saat masuk ke Tikungan 12. Sementara Andy sedang mencoba untuk mendapatkan momentumnya kembali untuk berlari terakhir ke garis finish, Rafid Topan berlari lebar di puncak dan melibas ke Irfan.

Ketika kedua pembalap itu tergelincir ke pinggir lapangan, Mohd Muzakkir Mohamed (Tim ONEXOX TKKR SAG) dengan cepat berlari ke garis finish di tempat pertama dengan Piyawat Patoomyos (Tim Balap AP Honda) dan wildcard Vorapong Malahuan (Tim Balap Yamaha Hispeed) di menyeret. Andy awalnya berada di urutan keenam.

Namun, pebalap Malaysia itu kemudian dihukum karena melebihi batas lintasan di Tikungan 12. Piyawat Patoomyos akhirnya dinyatakan sebagai pemenang Balapan 2 putaran 10 dengan 19'11.373s. Vorapong Malahuan naik ke posisi kedua dan Awhin Sanjaya di posisi ketiga.

Lucky Hendriansya juga dihukum karena melebihi batas lintasan. Andy naik dari P6 ke P4 di timesheets resmi untuk menambah 13 poin ke poin tahun ini. Dengan 214 poin, Andy menjadi orang Indonesia ketiga berturut-turut yang membawa pulang gelar Asia Production 250cc.

Irfan dan Awhin harus mengakui kemenangan gelar untuk Andy, tetapi Astra Honda Racing Team masih secara  tim untuk mengalahkan di kelas AP250. Tim Honda telah mengambil 274 poin dari 14 balapan dan muncul di puncak klasemen tim, mengalahkan Manual Tech KYT Kawasaki Racing dengan 35 poin.

 

 

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

atau register dulu untuk ngasih komentar!