Yamaha Aerox 2017 (Yogyakarta) : Aerox yang Nekad Jadi Naked

 

Seakan sudah menjadi tradisi pabrikan garputala selalu tampil berbeda. Mungkin, hanya Fino yang tertinggal dengan pabrik sayap sebelah. Salah satu yang menarik adalah Yamaha Aerox. Sementara kompetitor lebih bermain aman dengan tampilan tak berbeda dengan versi 125 cc, maka Yamaha menyodorkan konsep berotot. Ditengarai dengan pemilihan kaki-kaki yang kekar. Pelek tapak lebar depan belakang ditunjang karet bundar yang juga lebar.

“Salah satu PR Yamaha untuk Aerox adalah pemilihan sokbreker belakang yang kurus kering.” Terang Ian Rama Ramadhan (24 tahun), pria asal Yogyakarta ini pun sempat memasang sokbreker aftermarket yang berdimensi lebih besar sehingga lebih matching dengan bodi Aerox. Namun belakangan sokbreker ganda pun dirasa ‘mengotori’ bodi Aerox yang juga futuristis. Akhirnya dipilihlah sokbreker monosok, uniknya untuk penggarapannya all machining dengan mempergunakan mesin Computer Numerical Control (CNC) sehingga lebih presisi. Sokbreker dipilih aftermarket untuk V-Ixion yang dirasa paling sesuai. Untuk yang ini dipilih brand YSS.

Sokbreker depan standar memang beberapa orang mengeluhkan dan sudah ada yang menyajikan seperti YSS dengan Fork Upgrade Kit dari Mitra 2000. Paket hemat berupa penggantian oli sokbreker juga tersedia. Namun Ian lebih memilih produk aftermarket Equinox dari sisi tampilan benar-benar atraktif, up side down bor ! Fungsi ? “Tidak jauh berbeda dengan standarnya” terangnya.

Pelek masih mempertahankan standarnya,hanya ... (satu lagi kekurangan Aerox) rem belakang tromol dianggap tidak kekinian. “Diganti dengan sistem pengereman satu set dan pemasangan plug n play tidak perlu penyesuaian. Gak sampai sehari kok pemasangannya” terang Ian. Motor walaupun matic bila sudah 150 cc tentunya tenaga lebih besar, maka rem wajib pakem depan – belakang.  Karet bundar kompak pakai Pirelli hanya saja beda tipe, depan Angel Scooter 120/70 – 14 sedangkan belakang tipe Diablo Rosso Scooter 150/70 – 14.

Untuk sistem pengereman mempercayakan Racing Boy, Master Rem dan Kaliper. Hanya saja selang rem memakai Scarlett. Ian beralasan tampilan Scarlett lebih eye catching. Selain itu piringan cakram juga menggamit merek yang sama.

Nah.. yang paling kentara adalah trondolisasi. Yup. Area Setang yang sebenarnya sudah terlalu keren eh malah ditelanjangi ! Panel full digital dilengserkan ! Sebagai gantinya dipasang speedometer Koso RX2N yang banderolnya lumayan juga cuy. Sepengetahuan MotMod, di Indonesia hanya ada dua motor modif seperti ini. Yang lainnya adalah maskot dari Mitra 2000.

Part Mitra 2000 lainnya adalah paket bore up 180 cc. Isi paketnya selain blok silinder, ada piston, ring piston dan pennya, plus klip pengancing serta paking blok. Kelebihan paket bore up  ini pistonnya sudah forging, dengan ring pistonnya sudah titanium coating. Sejatinya peruntukan untuk N Max karena Aerox depot pacu mirip maka bisa diterapkan. Ajib! 

Saluran gas buang tidak dipilih buatan dalam negeri ataupun brand global tapi masih tergolong saudara kandung yaitu milik R25. Dicomot bagian silencer. Tapi suaranya tergolong berisik karena bagian yang bikin silent bukan di ujung knalpot. Tapi karena tampilan ala standar jadi tergolong aman melintas di jalanan. 

“Mungkin bagi sebagian orang ketika melihat motor ini akan beranggapan saya ini anaknya orang kaya jadi gampang saja modif ini itu. Padahal ini adalah hasil dari saya berjualan aksesoris Aerox yang kebanyakan online.” Pungkas Ian.

 

 X-Workshop Maxi

Ruko Seturan Square No. 7
(Apartemen Student Park)
Jln. Seturan Raya,
Yogyakarta 
(Timur BRI Seturan / seberang jalan. sebelah Bungong Jeumpa, hadap selatan / selokan)

 

LB Maxi Scooter World
Jln. Godean KM 4.5 Kajor,
Yogyakarta 
(seberang Clandys. barat Mirota Godean 300m. DALAM RINGROAD)
Ruko Warna Orange
Whatsapp : 085292993337

BBM : XWSMAXI

Instagram : @xworkshopmaxi ; @maxi.scooter.world
Facebook : X-Workshop Jogja

 

 

 

 

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

atau register dulu untuk ngasih komentar!