Volkswagen Motorcycles, Karya Anyar Retro Classic Cycles Muncul di JVWF 2017

Ajangan tahunan Jogja Volkswagen Festival (JVWF) 2017 yang kembali digelar di JEC Jogjakarta, sedikit ada yang unik. Volkswagen merupakan kendaraan roda empat asal Jerman yang melegenda. Nah, di tahun ini ternyata terselip kendaraan roda dua. Usut punya usut, ada sepedamotor memakai depot pacu VW !

Lulut Wahyudi, dari Retro Classic Cycles (RCC) menjadi orang yang berada di balik ini. Owner sekaligus builder ini menyodorkan hal yang berbeda. Motor custom dengan mesin VW dan tentunya olahan khas RCC.

Volkswagen Motorcycles, karya anyar Retro Classic Cycles  mengandalkan mesin VW 1600 dual port, Lulut meracik frame DOM tubing 1,25 dan 1,5 inci serta sudut rake 30 derajat  untuk bisa mendudukkannya dengan mempertimbangkan akurasi antara dimensi dan bobot mesin untuk menjadi sumber tenaganya. Pekerjaan lainnya tentu merancang ulang sistem transmisi karena dibuat pengoperasiannya seperti mengendarai motor pada umumnya.

Seperti mekanisme kopling dipindahkan ke bagian setang secara hidrolik agar bisa dioperasikan layaknya motor. Tentu ini membutuhkan modifikasi khusus yang semuanya dikerjakan maraton di Retro Classic Cycles.  Begitu juga halnya dengan transmisi yang ditempatkan di kaki dengan mekanis khusus 4 percepatan.

“ Motor ini saya persembahkan untuk dunia kustom kulture Indonesia dengan memanfaatkan kesukaan saya terhadap VW untuk selanjutnya dibuatkan dalam sosok motor kustom. Semua rancangan frame hingga modifikasi bagian transmisi kami kerjakan di bengkel dengan berbagai akurasi yang tetap bertujuan agar tetap nyaman dikendarai,” terang Lulut.

Frame berkelit Red Flat (cenderung doff) kemudian seluruh bodi terbuat dari material alumunium yang diberi artwork pinstripping dan lettering dari Danny Hacka. Karena dikerjakan secara marathon maka dilakukan di dua tempat yang berbeda. RCC focus pada rangka, mesin dan finishing nya. Danny menorehkan kuas nya pada bodi aluminium di tempat lain.

Lulut mengimbuhi bahwa semua pengerjaan yang dilakukan terhadap motor ini membuktikan kreativitas anak bangsa terhadap dunia kustom kulture yang tak mengenal ruang dan batas. “ Kami ingin membuktikan melalui Volkswagen Motorcycles ini, bahwa sebuah karya lahir dari pemikiran dan proses hasil sumber daya yang dimiliki Indonesia. Bagaimana melahirkan karya yang tidak biasa berdasarkan pengalaman dan dedikasi terhadap dunia otomotif Indonesia. Mari kita membangun dengan karya,” tandas Lulut.

Menjaga performa saat dikendarai, Volkswagen Motorcycles, karya anyar Retro Classic Cycles ditopang fork depan teleskopik 41mm hardchrome dari Mid USA serta sokbreker belakang ganda lansiran Ohlins tipe adjustable.  

Volkswagen dibuat sepedamotor memang bukan pertama kali ini. Yang membedakan tentunya sentuhan karya seni khas RCC. Selain itu, di Barat umumnya mempertahankan blower bawaan mobil VW sebagai system pendingin mesin. Lulut ingin terlihat ringkas dengan menggantinya dengan oil cooler dan terlebih lagi mesin terbuka akan membuat hembusan udara sebagai pendingin turut membantu.

“Bagi sebagian orang terutama di social media pasti berkomentar jok nya pendek. Coba saja diduduki, lumayan tinggi kok. Ini karena terpengaruh mesin VW yang besar sehingga terlihat demikian” imbuh Lulut. Proporsional mesin dengan rangka dan bodi tetap terjaga sehingga estetika tetap terjaga.  

Volkswagen Motorcycles Built in Hell by retro Classic Cycles dikerjakan dalam waktu singkat hanya dalam tempo kurang lebih sebulan !  

Retro Classic Cycles
Jln. Melati Wetan No.4,
Baciro, Yogyakarta  55225
Phone : +62 274  542666
Fax : +62 274 556050

 

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

atau register dulu untuk ngasih komentar!